
Pagi itu, lapangan SMK Al Irsyad Surabaya berubah menjadi lautan seragam coklat yang penuh semangat. Ya, pada tanggal 14-15 November 2025, kami, para siswi SMK Al Irsyad, siap menyambut tantangan Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) di Wisata Edukasi Fortuna Garden, Mojokerto.
Perjalanan menuju Mojokerto kami lalui penuh debar dan pesona. Dimulai dengan menaiki truk TNI yang disulap menjadi kendaraan penuh tawa. Sepoi angin dan celotehan riang sepanjang jalan menemani kami. Namun, suasana berubah tegang saat truk mulai mendaki. Jalanan yang menanjak dan penuh tikungan tajam sempat memicu rasa takut berdebar. Syukurlah, ketegangan itu dibayar lunas oleh pemandangan alam yang benar-benar menyejukkan mata. Begitu tiba, udara yang sejuk dan panorama alam yang memanjakan langsung menyambut kami—sebuah suasana baru yang berbeda dari rutinitas sekolah.
Setelah semua barang diperiksa, tenda berdiri tegak, dan Apel Pembukaan selesai, kami menikmati jeda ISHOMA. Tepat pukul 13.00, petualangan sesungguhnya dimulai.

Penjelajahan 4 Pos Tantangan!
Kami “agak kaget” karena trek awal penjelajahan langsung menguras tenaga dengan tanjakan yang cukup curam. Setiap pos yang kami lalui menguji aspek yang berbeda:
Kegiatan penjelajahan ini ditutup dengan permainan bola air yang heboh, membuat kami semua basah kuyup di kolam renang. Intinya, kegiatan ini sukses menilai kecakapan dan kekompakan setiap sangga.
Kehangatan di bawah rintikan hujan menemani malam hari kami dengan syahdu. Kakak pembina dengan semangat memberikan materi dan meminta kami melakukan pengisian SKU. Puncaknya adalah kegiatan *Api Unggun*.
Langit seolah ikut memberi salam dengan mengirimkan rintikan-rintikan hujan. Tapi semangat kami tak padam! Ditemani nyala api, kami tetap bernyanyi, bermain mini game, dan menikmati kehangatan kebersamaan dengan penuh kebahagiaan.
“Puncak Kebersamaan di Air Terjun”
Hari kedua kami awali dengan nuansa spiritual: Qiamullail, Sholat Shubuh berjamaah, dan Kultum. Setelah itu, untuk mengusir dingin dan merecharge energi, kami melakukan senam pagi bersama.
Tantangan berikutnya adalah penjelajahan ke air terjun. Inilah momen dimana kami benar-benar dilatih untuk menghadapi hal-hal sulit. Dengan mengandalkan kebersamaan, kami berhasil melewati rintangan dan akhirnya bisa menikmati indahnya air terjun sebagai hadiah dari perjuangan.
“Akhir yang Bermakna: Pelantikan Bantara“
Siang harinya, setelah istirahat dan makan siang, kami diberi waktu dua jam untuk membongkar tenda dan membersihkan seluruh area perkemahan. Tak terasa, dua hari yang singkat namun penuh makna ini harus segera berakhir.
Puncak acara adalah Apel Penutupan yang dilanjutkan dengan Pelantikan Jabatan menjadi Bantara. Sebuah kehormatan dan penutup yang manis bagi seluruh perjuangan kami.
Detik-detik kami harus meninggalkan Fortuna Garden, kami menutup Perjusa ini dengan satu kata yang menggema, sebuah janji semangat: “Selama-lamanya!”